Share |
DEMOS: Ubah Paradigma Negara soal Hak Pekerja   •    UMUMKAN NAMA-NAMA PANSEL PENYELENGGARA PEMILU   •    “(De)Monopolisasi Demokrasi di Asia: Pengalaman Indonesia, Filipina, dan Korea Selatan”   •    Kepada Yang Terhormat: Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono   •    Pernyataan Sikap Bersama   •   
Beranda | Publikasi | Buku | Gerakan Demokrasi di Indonesia Pasca Soeharto

Gerakan Demokrasi di Indonesia Pasca Soeharto

Oleh


Editor : AE Priyono, Stanley Adi Prasetyo, Olle Tornsquist
Penerbit : DEMOS, Jakarta, bekerja sama dengan Institut Studi Arus Informasi dan
SAREC, Swedia
Cetakan : I, Desember 2003
Tebal : LIII + 687 halaman

Sesungguhnya, buku ini bisa disebut sebagai potret dan jurnal perkembangan demokrasi di Indonesia di mata penulis-penulis itu. Karena itu, isinya bisa dipakai sebagai potret diri sekaligus sebagai penuntun bagi orang luar untuk memahami apa yang sedang terjadi selama lima tahun terakhir ini, bahkan mungkin juga petunjuk bagi arah perkembangan selanjutnya. Walaupun ditulis oleh kalangan yang beragam, yakni para akademisi, aktivis gerakan, dan peneliti (sebagian di antaranya merupakan penulis asing), buku ini diikat oleh satu hal yang sama. Yakni, keterikatan para penulisnya pada nilai utama yang memberikan kepercayaan kepada demokrasi sebagai pilihan politik mereka. Karena itu, para penulisnya tidak hendak berhenti memperlakukan demokrasi sebagai wacana akademik, namun, lebih jauh dari itu, sebagai sebuah gerakan intelektual dan politik. Itulah yang mungkin membuat buku ini istimewa karena ditulis oleh para the true believers.

Buku dapat dipesan langsung ke Demos di Jl. Borobudur 4 Jakarta 10320,
Tlp (021) 398 99 777 atau di toko-toko buku utama, harga: Rp. 100.000,00

Berlangganan komentar Komentar (0 Terkirim)

total: | Tampilkan:

Masukkan komentar anda

  • Garis tebal
  • Garis Miring
  • Garis bawah
  • Kutipan

Masukkan kode yang tertera pada gambar:

Captcha
  • Email ke teman Email ke teman
  • Versi cetak Versi cetak
  • teks biasa teks biasa

Beri peringkat artikel

0