Share |
DEMOS : Negara Harus Hentikan Praktek Ketidaksetaraan Bagi Buruh   •    MENOLAK RUU ORMAS, MENOLAK KEMUNDURAN DEMOKRASI   •    ”Pemilukada DKI Jakarta: Lonceng Bahaya bagi Demokrasi Indonesia?”   •    DEMOS: Hentikan Survey Politik Elitis !   •    Demokrasi Berbalik Arah dan Reformasi Kian Terpuruk   •   
Beranda | Laporan Utama | Usman Hamid: Negara Belum Peduli Nasib Buruh

Usman Hamid: Negara Belum Peduli Nasib Buruh

Oleh


Usman Hamid: Negara Belum Peduli Nasib Buruh

Tribunnews.com - Selasa, 1 Mei 2012 16:32 WIB - Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Lembaga kajian demokrasi, DEMOS menilai, kondisi pekerja maupun buruh Indonesia belum berubah. Banyak kasus, dari mulai mogok pekerja Freeport, pemberhentian sepihak jurnalis Metro-TV Luviana, sampai kematian buruh migran di luar negeri, tidak ditangani secara elegan oleh Negara terutama pemerintah.

"Negara sering meremehkan konflik industrial hanya urusan buruh dan pengusaha. Negara tak ikut campur. Ini paradigma sempit. Pejabat negara yang diberi wewenang dan tugas, harus punya kesadaran baru bahwa hubungan industrial adalah urusan publik yang jadi tanggungjawab negara," ujar mantan Koordinator KontaS yang kini aktiv di Demos, Selasa (1/5/2012).

Negara, kata Usman lagi, sering membiarkan tekanan-tekanan terhadap buruh maupun kepada serikat buruh. Dan justru, oknum pejabat negara mengambil keuntungan finansial pengusaha di luar urusan pajak. Hal ini berakibat kurangnya perlindungan Negara terhadap buruh. "Istilah buruh adalah mitra pengusaha tak sesuai kenyataan," tegasnya.

Hal lainnya yang disoroti Usman Hamid adalah terkait besarnya potensi gerakan buruh yang sering disikapi negara dengan cara pengendalian politis melalui represi, intimidasi dan pencitraan negatif buruh. Belum lama ini, Usman mengingatkan, TNI hendak dikerahkan untuk menghadapi aksi buruh. Buruh, tandasnya, adalah kekuatan pro-demokrasi utama. Jika direpresi, maka merugikan demokrasi Indonesia keseluruhan.

"DEMOS menilai, jika ketiga soal itu tak diatasi, negara belum serius memastikan nasib kaum pekerja untuk memperoleh perlindungan dan kesejahteraaan. Padahal, tiap aktifitas ketenagakerjaan, kecil atau besar selalu menyangkut kepentingan semua, yakni pekerja, pengusaha, pemerintah, dan masyarakat umum," Usman mengingatkan.

Di dunia internasional, sambung Usman, Indonesia harus lebih cepat mengikuti perubahan signifikan dunia perburuhan di tingkat global. Misalnya, imbuhnya, adanya perubahan bidang ketenagakerjaan yang didorong oleh kesepakatan negara-negara anggota Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk menerapkan konvensi dasar yang disepakati.

 

* Foto diunduh dari akun Twitter LBH Jakarta  https://twitter.com/#!/LBH_Jakarta/status/197181446945902594/photo/1

*artikel diunduh dari http://www.tribunnews.com/2012/05/01/negara-belum-peduli-nasib-buruh

 

Berlangganan komentar Komentar (0 Terkirim)

total: | Tampilkan:

Masukkan komentar anda

  • Garis tebal
  • Garis Miring
  • Garis bawah
  • Kutipan

Masukkan kode yang tertera pada gambar:

Captcha
  • Email ke teman Email ke teman
  • Versi cetak Versi cetak
  • teks biasa teks biasa

Beri peringkat artikel

0