Demos Indonesia - Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi: Demokrasi di Indonesia Telah Dibajak Demokrasi di Indonesia Telah Dibajak ================================================================================ Demos Indonesia on 28 Januari 2004 01:22:00 Republika On-Line | 28 Januari 2004 14:49:00 Jakarta-RoL-- Setelah lima tahun rezim otoriter Soeharto jatuh, momentum konsolidasi demokrasi justru dirampas oleh elit, kata AE Priyono, salah seorang peneliti yang menjadi juru bicara Demos (Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi), di Jakarta, Rabu. Ia mengemukakan hal itu sebagai hasil sebuah penelitian terhadap 363 aktor pro-demokrasi di 29 propinsi di Indonesia. Para aktor demokrasi menilai bahwa sebagian hak dan institusi demokrasi nyata-nyata ada, misalkan kebebasan sipil untuk berbicara, berserikat dan mendirikan partai, namun pada realitasnya kebebasan itu telah dirampas oleh para elit. "Walaupun institusi kebebasan masyarakat telah dirampas, sebagian besar para aktor demokrasi masih punya harapan dan keinginan untuk memperbaiki kondisi melalui perbaikan institusi-institusi tersebut," katanya. Demos mengemukakan, membangun demokrasi di Indonesia yang memiliki penduduk 220 juta jiwa, bukanlah pekerjaan mudah untuk dirampungkan dalam waktu singkat, apabila urusannya hanya diserahkan kepada kurang dari satu persen penduduk Indonesia yaitu para elit tersebut. Direktur Eksekutif Demos, Asmara Nababan, menegaskan, sekalipun konsolidasi demokrasi menghadapai banyak masalah, gerakan demokrasi sebaiknya jangan menyerah. ant/abi