Share |
DEMOS: Ubah Paradigma Negara soal Hak Pekerja   •    UMUMKAN NAMA-NAMA PANSEL PENYELENGGARA PEMILU   •    “(De)Monopolisasi Demokrasi di Asia: Pengalaman Indonesia, Filipina, dan Korea Selatan”   •    Kepada Yang Terhormat: Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono   •    Pernyataan Sikap Bersama   •   
Beranda | Berita | Kabar Perjalanan Riset Peluang dan Hambatan Demokrasi, Kecelakaan dan Solider Lapindo

Kabar Perjalanan Riset Peluang dan Hambatan Demokrasi, Kecelakaan dan Solider Lapindo

Oleh


Tahun 2007 merupakan tahun krusial bagi proses demokrasi. Krusial, karena seperti sudah menjadi preseden, dua tahun sebelum pemilihan umum berlangsung, paket undang-undang politik mengalami perubahan. Paket itu mencakup berbagai undang-undang yang sangat menentukan kualitas representasi seperti undang-undang pemilihan umum, partai politik dan susunan dan kedudukan parlemen. Perubahan paket undang-undang ini diperkirakan selesai semester pertama 2008.

Di tahun krusial ini pula Demos 'memutar' kembali riset mengenai peluang dan hambatan demokrasi - kami sebut resurvey. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan situasi demokrasi kini dan tiga tahun yang lalu dengan cakupan riset yang sama luasnya. Tentu ada perbaikan. Perbaikan itu, tanpa merubah kerangka besarnya, terletak pada penyederhaan kuesioner. Ada pula perubahan pada sejumlah mitra di daerah maupun informan. Perubahan ini bukan kecelakaan, bukan karena wangsit dari langit tapi karena memang peran sosial politik sejumlah informan telah berubah.

Kalau ada kecelakaan itulah yang dialami oleh sejumlah peneliti inti, ketika hendak membagikan gagasan penelitian ini pada rekan-rekan di berbagai propinsi. Ada yang kehilangan koper [catatatan seringkali peneliti melakukan perjalanan melampaui 3-4 provinsi dan membawa setumpuk buku atau kaus. Oleh karena itu, tas ransel tidak cukup memenuhi kebutuhan itu>. Ada pula yang mengalami kecelakaan jatuh dari kendaraan yang digunakannya [diduga kuat karena keletihan> sehingga jari jempol kanan retak, atau kecelakaan karena kendaraannya menyerempet kendaraan lain. Kecelakaan besar juga mengancam, yaitu ketika pesawat terbang yang digunakan harus balik ke Jakarta karena udara yang tidak ramah. Dan banyak lagi yang lain. Itu semua terjadi di bulan Juli.

Tujuh - tujuh - tujuh (7 Juli 2007) itu angka yang seringkali dianggap 'tanda' - tanda hoki. Banyak kabar tentang digunakannya hari itu sebagai hari baik. Pilihan itu tentu hak setiap orang. Meski demikian, apakah deretan 'kecelakaan' yang dialami oleh rekan-rekan Demos merupakan 'tanda'; biarlah tetap misteri alam. Yang pasti itu adalah sebagian kisah perjalanan para pencari fakta [alias peneliti>. Fakta mengenai refleksi sejumlah pelaku-pelaku yang aktif terlibat dalam proses demokrasi mengenai keadaan demokrasi, aktor atau kelompok-kelompok yang berpengaruh, peluang-peluang dan ancaman bagi demokrasi. Para pelaku yang terlibat di 14 isu; entah isu hak asasi, pertanahan, perburuhan, pengembangan partai politik dan sebagainya.

Kabar mengenai perjalanan ini tentu hanya langkah-langkah kecil dari gerakan demokrasi. Di ujung timur P. Jawa kita solider dengan gerakan masyarakat korban LAPINDO.

Berlangganan komentar Komentar (0 Terkirim)

total: | Tampilkan:

Masukkan komentar anda

  • Garis tebal
  • Garis Miring
  • Garis bawah
  • Kutipan

Masukkan kode yang tertera pada gambar:

Captcha
  • Email ke teman Email ke teman
  • Versi cetak Versi cetak
  • teks biasa teks biasa

Beri peringkat artikel

0